Catatan Rie

Standard

Usah Bunda Menangis

oleh Rie Na Waffa pada 18 Maret 2010 jam 11:03
.

Jangan menangis bundaku,
Jangan iringi langkahku dengan airmatamu,
Relakan ku pergi mencari sebuah jati diri,

Apa yang terjadi dalam hidupku,
Telah kuanggap sebagai masa lalu,
Takkan kukenang walau dalam tidurku,

Hanya tutur katamu yg bijak, kan kuingat walau dimanapun kaki ini berpijak,
Bunda..
Hanya padamu kutitipkan pesan, buah hatiku t0l0ng dijagakan,
Bimbing dirinya agar tidak salah jalan,
Seperti aku dimasa muda, sesal kini tiada guna.

.
~HK 09 04 2002~

Catatan untuk ibuku diawal kedatanganku di negeri beton.

.

.

Disini Rinduku Abadi

oleh Rie Na Waffa pada 18 Maret 2010 jam 20:45
.

Ketika rinduku memanggil ragaku,
Sekejap ku berada pada tempat yang begitu indah,
Disana ku temukan cinta,
Disana ku temukan cahaya,

Cahaya yang menyinari setiap hati,
Para pecinta dan pujangga,
Kuberdiri terpesona, terjaga pada indahnya,
Bagai bintang yang menyelimuti malam,

Lalu ku melayang pada sebuah pena,
Mencoba melukis cintaku, rinduku,
Dan menyulam sebuah sayap,
Agar aku bisa temukan jejakmu,
Dengan berjuta harapan kasih sayang..

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s